PARIGI MOUTONG – Kamu so tau, setelah Kapolres Parigi Moutong turun langsung lakukan penertiban tambang ilegal pada 2 Maret 2026 di Desa Karya Mandiri, Kecamatan Ongka Malino, situasi sempat tenang. Waktu itu, ada 5 alat berat yang diamankan dari lokasi tambang.
Tapi baru-baru ini, muncul lagi info yang bikin warga geleng kepala. Aktivitas tambang ilegal diduga kembali jalan terang-terangan, bahkan lokasinya di sekitar jembatan gantung 2 Desa Karya Mandiri, tepat di pinggir sungai. Bukan sembunyi-sembunyi lagi, dorang so berani kerja siang malam.
Warga pun mulai bertanya-tanya, ini Kapolres Parigi Moutong so tau kondisi sekarang atau belum? Soalnya, penertiban yang dilakukan awal bulan kemarin sampai sekarang belum ada kejelasan soal penetapan tersangka dari 5 alat berat yang diamankan.
“Kalau memang serius mau berantas tambang ilegal, harusnya sudah ada tersangka. Ini malah dorang kembali kerja bebas,” ungkap salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya.
Kondisi ini menimbulkan dugaan di tengah masyarakat. Tidak sedikit yang mulai curiga, kemungkinan ada “bekingan” di balik aktivitas tambang ilegal tersebut. Apalagi, setelah dilakukan penindakan, bukannya berhenti, malah kembali aktif dengan cara yang lebih terbuka.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum, khususnya Kapolres Parigi Moutong, segera turun tangan lagi dan memberikan kejelasan kepada publik. Jangan sampai hukum terkesan tumpul ke atas dan tajam ke bawah.
Kalau kondisi ini terus dibiarkan, bukan cuma merusak lingkungan di sekitar sungai, tapi juga bisa menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Sekarang tinggal kita tunggu, apakah aparat benar-benar serius menindak, atau justru masyarakat yang terus dibiarkan bertanya-tanya tanpa jawaban.
